Prinsip Dasar Transformator 400Hz
Ukuran transformator sangat terkait dengan frekuensi operasinya. Dalam desain transformator, luas penampang inti biasanya sebanding dengan frekuensi operasi.
Oleh karena itu, ketika frekuensi operasi dinaikkan dari 50Hz atau 60Hz menjadi 400Hz, volume inti yang diperlukan dapat dikurangi secara signifikan.

Dalam sistem tenaga penerbangan yang umum, proses konversi daya biasanya mencakup langkah-langkah berikut:
- 1. Menyearahkan catu daya DC onboard (misalnya, 28V atau 270V DC) atau daya AC yang dikonversi frekuensinya.
- 2. Menghasilkan catu daya AC 400Hz yang stabil menggunakan teknologi PWM melalui inverter.
- 3. **Transformator 400Hz** melakukan regulasi tegangan (misalnya, step-up ke 115V/200V) dan menyediakan isolasi listrik.
Melalui struktur ini, transformator 400Hz secara bersamaan menjalankan fungsi penting **transformasi tegangan, isolasi sistem, dan stabilisasi kualitas daya** selama proses konversi daya.
Material Magnetik dan Optimasi Struktural
Untuk mengakomodasi frekuensi operasi yang lebih tinggi, transformator 400Hz biasanya menggunakan material dan teknologi berikut:
- 1. Struktur laminasi lembaran baja silikon tipis (ketebalan sekitar 0,1–0,2 mm)
- 2. Material inti paduan amorf
- 3. Material ferit dengan rugi-rugi rendah
Material-material ini memiliki permeabilitas tinggi dan rugi-rugi arus eddy rendah, secara signifikan meningkatkan efisiensi transformator dan mengurangi timbulnya panas.